Laporan Psikologi Faal Tentang Buta Warna

Wednesday, June 22nd 2016. | BUTA WARNA

laporan-psikologi-faal-tentang-buta-warnaLAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI FAAL BUTA WARNA, Silakan cek di bawah ini…!

PSIKOLOGI FAAL

Nama                                                  : Suriadi

Nim                                                     : 12013215

Jenis kelamin                                      : Laki-laki

Umur                                                   : 21 Tahun

Pendidikan                                          : Mahasiswa

Nama percobaan                                : MELIHAT BUTA WARNA

Nomor percobaan                               : VI

Nama orang percobaan                      : Adi Guntara

Nama pelaku percobaan                    : Suriadi

Tanggal percobaan                             : 01 Oktober 2013

Waktu percobaan                               :14:30-16:00

Tempat percobaan                             :

  1. TUJUAN PERCOBAAN

Untuk mengetahui keadaan mata seseorang mengalami kebutaan terhadap warna atau tidak

  1. DASAR TEORI

Buta warna ini merupakan kelainan penglihatan menurun sehingga tidak dapat disembuhkan. Mata manusia dapat mendeteksi hampir semua gradasi warna bila cahaya monokromatik merah hijau dan biru dicampur secara tepat didalam berbagai kombinasi. Salah satu kemampuan luar biasa mata adalah kemampuan melihat warna mekanisme. Penglihatan warna belum dipahami sepenuhnya tetapi cukuplah diterima bahwa terdapat tiga jenis kerucut yang berespon terhadap sinar dari tiga bagian spectrum yang berlainan, misalnya gambar di tv bewarna dihasilkan dengan metode yang serupa pada beberapa aspek. Apabila anda meneliti pada layar tv bewarna dengan kaca pembesar anda akan banyak sekali melihat titik kecil merah hijau dan biru. Apabila  salah satu warna hilang yang terjadi adalah buta warna yaitu beberapa warna tidak dapat dikenali, aberasi kromatik adalah efek umum pada lensa sederhana yang disebabkan oleh perubahan indeks bias akibat perbedaan panjang gelombang. Perubahan indeks bias dengan panjang gelombang ini memungkinkan prisma menguraikan sinar putih menjadi pelangi warna. Aberasi kromatik menyebabkan warna yang bereda-beda sampai ke suatu fokus pada jarak yang berbeda-beda. Pada lensa sederhana hal ini menghasilkan tepi-tepi yang bewarna pada gambar sebuah benda putih. Aberasi kromatik jauh berkurang pada kamera mahal, karena kamera ini terbuat dari beberapa jenis kaca yang dipilih untuk megompensasi perubahan indeks bias akibat perbedaan panjang gelombang.

Mata tidak akan menghasilkan tepi-tepi bewarna atau kalaupun menghasilkan kita tidak dapat menyadarinya. Apabila mata anda dapat berfokus pada merah dan biru secara setara kedua bayangan tersebuat akan tumpang tindih. Salah satu penyebab mengapa aberasi kromatik tidak menimbulkan masalah pada penglihatan biasa adalah bahwa kita jarang menjumpai situasi warna yang exstrem dari ujung-ujung spectrum. Mata memiliki sensitifitas terbaik direntang kuning yang agak sempit. Efek warna khusus yang kadang-kadang terlihat pada sore hari disebut efek purkinjePurkinje melihat bahwa pada sore hari warna biru pada bunga tampak lebuh terang dibandingkan dengan bunga warna merah. Efek ini disebabkan oleh pergeseran sensitifitas  terbalik mata kearah biru tingkat penerangann yang rendah, karna mata dan lensa korektif di optimalkan untuk sinar kuning. Pergeseran ke arah biru menimbulkan kesalahan refrektif dengan kata lain untuk penglihatan malam anda perlu mengenakan kaca mata dengan tambahan peneranagan monokromatik plus lensa korektif untuk memberikan ketajaman penglihatann yang lebih tinggi dibandingkan dengan sinar putih.

III.        ALAT YANG DIGUNAKAN

  1. Buku Ishihara
  2. Blangko Jawaban
  1. JALANNYA PERCOBAAN

Jarak mata  orang percobaan dengan buku 0,5 sampai dengan satu meter. Orang percobaan diminta menebak angka. Untuk mata normal orang percobaaan dapat menbaca dengan cepat sekali, umunya 3 detik paling lama tidak lebih dari 10 detik. Lebih cepat lebih bagus

  1. HASIL PERCOBAAN

Ketika diberikan buku ishihara oleh pelaku percobaan, orang percobaan mampu menjawab dengan benar isi dari buku ishihara.

  1. KESIMPULAN

Kemampuan orang percobaan dalam melihat suatu tulisan dari bentu-bentuk suatu gambar yang bewarna cukup bagus dan orang percobaan mampu mejawab angka dengan benar. Hal ini mnunjukkan bahwa orang percobaan tersebut tidak mengalami buta warna.

VII.       APLIKASI

  1. Di bidang pelukis seseorang yang pandai memadukan warna yang cerah dan gelap.
  2. Seseorang yang menyukai baju yang dominan lebih bewarna cerah
  3. Pada saat membeli baju di sebuah toko seseorang tidak dapat membedakan warna-warna tersebut.

Yogyakarta, 01 Oktober 2013

Penyusun

Suriadi

Asisten            :

Nilai                 :

DAFTAR PUSTAKA

Bagian labotarium Universitas Ahmad Dahlan. ( 1997 ). Buku Pedoman Praktikum Faal II. Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan.

Cameron, WF. ( 2006 ). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC.

Irianto, Kus ( 2004 ). Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Paramedis. Bandung : CV YRAMA WIDYA.

John, Pinel. ( 2009 ). Biopsikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

( diambil dari http://suriadi231.blogspot.co.id/2014/04/contoh-laporan-praktikum-psikologi-faal_1231.html )

Incoming search terms:

  • warna khaki dalam percobaan buta warna
  • contoh kalimat hasil percobaan buta warna
  • contoh laporan buta warna
  • laporan test buta warna
  • laporan praktikum visus dan buta warna
  • laporan tes buta warna
  • psiokologi buta warna
  • referensi faal biopsikologi melihat buta warna
  • teori para ahli psikologi tentang tes buta warna penglihatan
  • titik twmpat terjadunya tumpang tindih antara satu kromatik dari satu
tags: , , , , ,